Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM saat menyalami keluarga korban insiden ledakan bom sisa Perang Dunia II, di TPU Sorido, Senin (01/06/2026). (Foto : Yun B).
PEDOMAN PAPUA, Biak- Pemerintah Kabupaten Biak Numfor kembali mengeluarkan himbauan agar masyarakat tidak melakukan tindakan beresiko terhadap setiap bom, mortir atau bahan sejenisnya yang merupakan peninggalan perang dunia II. Hal tersebut dinilai sangat penting untuk mengantisipasi kejadian-kejadian beresiko kembali terjadi.
Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM meminta agar masyarakat waspada terhadap bahaya bahan peledak sisa Perang Dunia II seperti mortir atau bom. Tindakan-tindakan yang dinilai memiliki resiko terjadinya ledakan supaya dihindari.
“Tindakan bersiko, misalnya memotong, mengergaji atau mengerinda bahan peledak ini supaya tidak dilakukan. Kita perlu belajar dari kejadian dan pengalaman, kami minta supaya ini tidak dilakukan dan berharap insiden yang memakan korban ini tidak terulang lagi,” ujar Bupati.
“Saya paham benar kejadian ini, tapi saat ini kita tidak bisa saling menyalahkan, tapi mari kita ambil hikmanya atas kejadian ini, jauhi penggunaan bahan peledak termasuk peninggalan bom dan mortir peninggalan perang dunia II ini, karena saya yakin masih banyak di Biak,” imbuhnya.
Markus Mansnembra juga mengatakan, bahwa cara mencari uang dengan mengambil serbuk atau besi dari bom peninggalan perang dunia II bukan satu-satunya solusi mata penceraian, banyak cara lain.
“Sekali lagi mari kita ambil hikmah dari apa yang sudah terjadi saat ini. Mari kita sama-sama saling mengingatkan, semoga kejadian ini tidak terulang lagi kedepan,” pungkas Bupati.(yun)
