Korban lnsiden edakan bom eks Perang Dunia II di Makamkan secara massal dalam satu liang lahat, di Pemakaman Umum Sorido, Senin (01/06). (Foto : Yun B.)
PEDOMAN PAPUA, BIak – Lima korban ledakan bom eks peninggalan Perang Dunia II di Makamkan secara massal dalam satu liang lahat, di Pemakaman Umum Sorido, Senin (01/06) kemarin sore. Sementara tiga korban lainnya yang dilaporkan hilang masih dalam pencarian oleh tim gabungan (Basarnas dan Polri).
Pemakaman kelima korban diawali dengan pelepasan jenasah dari Kamar Mayat RSUD Biak. Para korban tidak lagi dibawa kerumahnya ketika dievakuasi dari TKP, namun langsung dibawa dari RSUD menuju lokasi pemakaman setelah ibadah pelepasan jenasah.
Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, Pj. Sekda Zacharias L. Mailoa dan sejumlah pejabat lainnya menghadiri langsung pelepasan jenasah di RSUD Biak hingga pemakaman para korban di TPU Sorido. Bupati dalam kesempatan itu menjadi orang yang pertama diberi kesempatan melakukan peletakan krans bunga.
“Sekali lagi atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Biak Numfor menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban meninggal dunia dalam insenden meledaknya bom eks peninggalan Perang Dunia II,” ucapnya.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan korban diberi ketabahan dan penghiburan, pemerintah daerah juga telah melakukan langkah-langkah penangan kepada korban luka serta keluarga yang ditinggalkan korban meninggal dunia,” lanjutnya.
Terkait dengan tiga korban yang belum ditemukan, pihak kepolisian dan tim Basarnas masih terus melakukan pencarian. Bahkan, dari Polda Papua telah menurunkan tim Jibom (Penjinak Bom), termasuk akan menurunkan tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) dari Polda Papua.
“Tim Jibon sudah turun, dan besok (Selasa) juga akan ada Tim Inafis yang turun ke Biak. Kita berharap pencarian ini akan tuntas secepatnya,” ujar Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan
Sekedar diketahui, lima korban yang telah dimakamkan antara lain; Moris R (24) pekerjaan Nelayan, Delfin R (41) pekerjaan nelayan, Karmila A (25) ibu rumah tangga, dan dua orang anak yang Isrel R (5) dan Isra R (7).
Sementara tiga orang yang dilaporkan menjadi korban dan mayatnya belum ditemukan secara keseluruhan masing-masing, Anes M (27) pekerjaan nelayan, Lay Madura (45) pekerjaan nelayan dan Yulianus R (26). (gn/**)
