Tim Basarnas ketika menyerahkan potongan daging (tubuh) manusia dalam kantong mayat kepada Polres Biak Numfor, setelah acara konferensi pers di Poskoh korban insiden ledakan bom eks perang dunia II, di Fandoi, Biak. (Foto : Yun)
PEDOMAN PAPUA, Biak – Pencarian terhadap tiga korban yang diduga ikut tewas dalam ledakan bom peninggalan Perang Dunia II, di Kelurahan Fandoy, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor masih terus dilakukan. Hingga dengan hari ketiga pasca ledakan, Basarnas dan tim gabungan masih terus melakukan penyisiran pencarian di wilayah ring 2 dari kasi tempat kejadian perkara.
Sementara sebagai dampak dari insiden ledakan itu, jumlah penggungsi telah mencapai 113 orang. Jumlah sebanyak itu ditampung oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor di dua lokasi berbeda, 58 orang ditampung di Aula Satpol PP dan 55 lainnya ditampung di Hotel Mapia.
“Jumlah pengungsi akibat insiden ini sudah 113 orang, jumlah ini terdiri dari orang tua, anak dan dewasa. Pemerintah Biak Numfor menampungnya di Aula Satpol PP dan Hotel Mapia,” kata Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Biak Numfor, Sandy Palangan, dalam keterangan persnya bersama Kapolres Biak Numfor, di Poskoh Basarnas, Selasa malam.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, jumlah korban tewas bertambah menjadi 6 orang, setelah 1 pasien yang dirawat inap bernama Mina Puadi (51), warga Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Distrik Biak Kota dinyatakan meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Biak.
Kapolres Biak Numfor Ari Trestiawan mengungkapkan, jumlah korban insiden ledakan bom yang masih menjalani rawat inap masih ada 1 orang pasien, sementara yang telah dilakukan rawat jalan sebanyak 18 orang.
“Tadi subuh ada 1 pasien yang meninggal di rumah sakit, sehingga total yang sudah meninggal 6 orang, 5 orang sebelumnya sudah dikubur. Kami menyampaikan ucapan duka yang sedalam-dalamnya,” ujar Kapolres didampingi sejumlah pimpinan tim gabungan saat memberikan keterangan pers di Poskoh Basarnas, Selasa (02/06) malam.
Menurutnya, Basarnas dan tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap serpihan potonngan tubuh manusia akibat dari ledakan bom peninggalan Perang Dunia II, di Kelurahan Fandoy, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Hingga dengan hari ketiga pencarian, tiga orang yang hilang dan diduga tewas dalam insiden itu belum ditemukan secara utuh.
Di hari ketiga pencarian, tim Basarnas dan tim gabungan kembali mengumpulkan 5 potong serpihan tubuh manusia, dan 13 serpihan potongan tubuh manusia pada hari kedua sebelumnya juga ditemukan. Rencananya, untuk pencarian di hari keempat, akan diperluar dari radius 200 meter – 1.500 meter dari tempat kejadian perkara.
“Pencarian masih akan dilakukan, kami akan perluas. Ya, kami akan perluas karena salah satu potongan tubuh manusia sempat diserahkan masyarakat di sekitar laut Sapomi, sekitar 1,5 km dari TKP. Makanya pencarian besok, tim akan memperluas wilayah, sementara untuk wilayah ring 1 akan dilakukan oleh tim Jibom dan petugas lainnya,” jelasnya.
Kapolres juga kembali mengingatkan warga masyarakat supaya tetap menjauhi wilayah ring 1 (lokasi sekitar TKP). Dalam penyisiran yang dilakukan tim Jibom dari Polda Papua, ditemukan adanya 1 granat nanas, dua proyektil yang sudah diambil amunisinya dan 2 buah granat nenas.
“Kepada masyarakat yang memiliki atau menyimpan bahan peledak ini, apakah dalam bentuk granat atau bom serta lainnya agar menyerahkan ke pihak keamanan, kita tidak ingin hal-hal yang sudah terjadi terulang kembali. Ini demi keamanan kita bersama,” imbuh Kapolres dalam keterangan persnya.(**/release)
